Selasa, 5 Juli 2022

Wabah PMK Melanda Jelang Iduladha, Gerindra Usul Pemerintah Gelar Vaksinasi Sapi Massal

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Hewan ternak sapi di Kabupaten Mojokerto. Foto: Fuad Maja FM

Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sapi di Indonesia semakin meluas. Ribuan sapi di 13 provinsi di Indonesia terjangkit penyakit PMK.

Ahmad Muzani Ketua Fraksi Gerindra DPR RI mengatakan, penyakit menular pada hewan ternak itu bukan hal baru.

Menurutnya, PMK pernah menjangkit ribuan hewan ternak di Indonesia tahun 1960-an dan 1980-an. Karena muncul lagi, Muzani meminta pemerintah memberikan perhatian khusus.

“Penyakit mulut dan kuku ini sudah pernah terjadi di Indonesia dan kita telah berhasil menangani persoalan wabah itu. Mestinya kita sudah paham bagaimana penanganannya, pemeliharannya, termasuk soal vaksin,” ujarnya di Jakarta, Jumat (20/5/2022).

Sekjen Partai Gerindra itu menilai, para peternak sapi sekarang merasa resah. Karena wabah PMK datang menjelang Hari Raya Iduladha, di mana dan sapi menjadi hewan kurban yang digemari umat muslim.

Tingginya penyebaran PMK bisa berakibat pada anjloknya harga jual hewan ternak, dan kekhawatiran masyarakat untuk mengkonsumsi daging sapi.

“Kemunculan penyakit itu juga perlu ditelusuri sulaya kita bisa tau apakah karena keteledoran dan ketidakwaspadaan karena tidak selektif mendatangkan hewan ternak sapi dari luar negeri. Sehingga, hewan itu menjangkit ternak kita di dalam negeri. Atau ada kemungkinan faktor-faktor lainnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Muzani menilai informasi yang akurat sangat penting supaya masyarakat mengetahui dengan jelas. Karena, masalah itu akan berpengaruh terhadap harga jual sapi menjelang Iduladha.

“Sekarang ini muncul kekhawatiran mengkonsumsi daging sapi, serta penurunan ekspor daging dan produk-produk turunannya seperti susu, abon, dan frozen food lainnya karena ada kemungkinan produk kita ditolak beredar di negara lain akibat persoalan wabah PMK, imbuh Wakil Ketua MPR itu.

Pada kesempatan itu, Muzani mendorong pemerintah segera mencari solusi dari persoalan itu. Misalnya, menyalurkan vaksin kepada para petani di berbagai derah, atau memberikan bantuan kepada para peternak sapi.

“Tentu yang paling dirugikan dari wabah PMK adalah peternak petani sapi. Banyak dari hewan ternak mereka yang mati akibat wabah PMK ini. Untuk itu, Gerindra usulkan pemerintah memberikan bantuan agar mereka yang mengalami kerugian tidak terlalu terbebani. Kemudian penyaluran vaksin juga harus disegerakan dan masif, sehingga upaya pemulihan ekonomi nasional pascapandemi Covid-19 tidak terganggu,” tutupnya.

Sebelumnya, Nanang Purus Subendro Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) membeberkan wabah PMK telah menyebar di 13 provinsi di Indonesia.

“Ini memang sebuah malapetaka yang luar biasa bagi peternak sapi Indonesia. Proses penyebarannya begitu dahsyat, begitu cepat, baru dari akhir April sampai awal Mei. Sampai sekarang sudah 13 provinsi. Ini sebuah malapetaka di dunia peternakan yang luar biasa,” keluhnya.(rid/dfn/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Selasa, 5 Juli 2022
28o
Kurs