Kamis, 2 Februari 2023
Tak Mau Lagi Pelayanan Lama

Wali Kota Surabaya Minta Manajemen RS Soewandhie Sepakati Kontrak Hingga Ancam Mundur dari Jabatan

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mengevaluasi manajemen RSUD Dr. Mohamad Soewandhie usai sidak, Senin (28/11/2022). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya akan melakukan penandatanganan kontrak kinerja bersama manajemen RSUD Dr. Mohamad Soewandhie minggu ini. Keputusan itu dibuat, karena inspeksi mendadak (sidak) hari ini, Senin (28/11/2022) ditemukan lamanya pelayanan terhadap pasien rumah sakit tersebut.

Sekitar hampir dua jam sidak oleh Wali Kota, mengevaluasi terkait lamanya waktu mengantre pasien untuk dilayani. Salah satunya, antrean selama berjam-jam yang dirasakan pasien di Klinik Ortopedi. Antrean itu disebabkan lamanya proses penyerahan berkas dari ruang penyimpanan rekam medis.

“Sidak hari ini alhamdulillah di puskesmas sudah berubah, Rumah Sakit BDH dan RS Soewandhie belum ada perubahan signifikan. Rekam medis mengambilnya terlalu lama. Buktinya ortopedi setengah 8, dokternya sudah siap, pasien juga, tapi berkas dari bawah (rekam medis) ke atas (ortopedi) naiknya baru 5 menit yang lalu (siang),” kata Eri pada awak media usai sidak, Senin (28/11/2022).

Selain itu, jumlah ketersediaan dokter yang dinilai kurang memadai. Sehingga menambah lama antrean pasien.

“Kedua punjer (sumber) masalahnya, kita (RS Soewandhie) punya dokter 4, sama dengan puskesmas juga, tapi bisa jadi, yang dua operasi dan lain-lain jadi akhirnya tinggal dua. Yang kita rencakanan (pelayanan) tiga jam, jadi enam jam,” jelasnya lagi.

Eri minta, tiga hari lagi, Kamis (1/12/2022), semua evaluasi itu harus sudah diperbaiki dan tertuang dalam kontrak kinerja manajemen bersama Pemkot Surabaya.

“Tadi kita sepakati, kalau kita hitungnya dokternya empat, maka jam 8 pagi sampai 2 siang tidak boleh kurang dari 4 dokter poli ini. (Kemudian) sebelum poli buka, status pasien sudah ada di meja poli. Dan itu kontrak kinerja saya dengan manajemen RS Soewandhie satu minggu lagi, akan saya lakukan Kamis. Nanti mereka sambil memastikan, satu poli berapa orang maksimal yang datang, bisa dilihat dari riwayat hari-hari sebelumnya. Menyediakan berapa dokter, dan kontrak kinerjanya jam sekian sampai sekian tidak boleh kurang dari sekian dokter. Setiap poli harus ada TVnya,” imbuhnya.

Kontrak kinerja itu, lanjut Eri, harus dilaksanakan. Jika tidak, maka manajemen terancam mundur dari jabatan.

“Ya kontrak kinerja berarti melorot (mundur), ya jabatan,” pungkasnya.

Diketahui, dalam sidak hari ini Senin (28/11/2022), belasan pasien mengeluhkan lamanya waktu mengantre di RS Dr. Mohamad Soewandhie. Rata-rata mereka datang sejak pagi namun baru dilayani siang hari. (lta/gat/ipg)

Berita Terkait