Jumat, 1 Mei 2026

Wamenhaj Ingatkan Masyarakat Tak Mudah Tergiur Tawaran Haji Tanpa Antre

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Dahnil Anzar Simanjuntak Wakil Menteri Haji dan Umrah memberikan keterangan kepada wartawan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Foto: Antara

Dahnil Anzar Simanjuntak Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai tawaran haji tanpa antrean yang marak beredar, terutama melalui media sosial.

“Jangan mudah terpengaruh dengan iklan-iklan yang mengajak naik haji tanpa antre. Karena sejatinya tidak ada skema naik haji tanpa antre,” ujar Dahnil di Jakarta, Kamis (30/4/2026) yang dikutip Antara.

Wamenhaj menegaskan seluruh proses keberangkatan haji resmi harus melalui mekanisme antrean. Oleh karena itu setiap tawaran yang menjanjikan keberangkatan tanpa antre dipastikan tidak menggunakan visa haji resmi.

Apalagi, kata dia, Arab Saudi memberlakukan aturan dan hukum ketat perihal penyelenggaraan haji. Mereka yang tidak memiliki visa haji resmi akan dihalau keluar Makkah, bahkan diancam berbagai sanksi berat.

“Kalau ada ajakan seperti itu (haji tanpa antre), maka itu adalah haji ilegal dan sangat berpotensi penipuan,” kata Wamenhaj.

Dahnil menjelaskan pelaku biasanya menggunakan berbagai cara yang meyakinkan untuk membujuk calon jamaah. Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada dan tidak tergiur dengan penawaran yang tidak sesuai ketentuan.

Selain itu pemerintah juga telah memberikan peringatan kepada para pelaku agar tidak mengulangi praktik tersebut. Ia menegaskan aparat penegak hukum akan mengambil langkah tegas terhadap pelanggaran yang terjadi.

“Kami sudah meminta agar pihak kepolisian tidak ragu untuk melakukan tindakan tegas secara hukum terhadap pelaku-pelaku tersebut,” ujar dia.

Sebelumnya Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah menegaskan bahwa Pemerintah Arab Saudi menunjukkan keseriusannya dalam memerangi praktik haji ilegal lewat pemeriksaan berlapis hingga razia.

“Aparat Keamanan Arab Saudi, khususnya di Kota Makkah, gencar melaksanakan razia kepada semua pihak yang terindikasi terlibat pelanggaran hukum terkait pelaksanaan haji ilegal,” ujar Yusron B. Ambary Konjen RI di Jeddah.

Pernyataan Yusron tersebut menanggapi adanya tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap aparat keamanan Arab Saudi karena diduga melakukan praktik haji ilegal. Dua diantaranya diduga merupakan tenaga pendukung petugas haji.

Dalam unggahan di media sosial, aparat keamanan Arab Saudi tampak melakukan berbagai upaya penegakan hukum dan penangkapan terhadap pihak-pihak yang berusaha memasukkan orang tanpa tasreh (izin) ke Kota Makkah. (ant/bil)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Jumat, 1 Mei 2026
26o
Kurs