Kamis, 30 April 2026

Jemaah Haji Diminta Pahami Tahapan Umrah Saat Tiba di Makkah, Ini Panduannya

Laporan oleh Widya Safitri
Bagikan
Ilustrasi - Jemaah haji Indonesia saat mengambil Miqat di Bir Ali, Madinah, sebelum berangkat menuju Makkah. Foto: Antara

Jemaah haji Indonesia yang akan bergerak dari Madinah menuju Makkah diimbau memahami dengan baik tahapan ibadah umrah wajib. Hal ini penting agar rangkaian ibadah berjalan lancar, tertib, dan sesuai tuntunan.

Ahmad Sunhaji pembimbing ibadah Kloter 5 Embarkasi Surabaya menjelaskan, persiapan ibadah sudah dimulai sejak dari hotel di Madinah sebelum keberangkatan menuju Makkah.

“Yang pertama, mandi di hotel, kemudian pakai pakaian ihram di hotel. Kemudian naik bus bareng-bareng. Rencana nanti miqotnya di Bir Ali. Di Bir Ali kita turun salat sunah ihram. Kemudian kembali ke bus, kita niat bareng-bareng di bus. Di bus masing-masing akan dipandu oleh karu atau karo ketua regu atau ketua rombongan,” kata Sunhaji kepada suarasurabaya.net di Tanah Suci, Kamis (30/4/2026).

Setelah mengambil miqat di Bir Ali, jemaah akan melanjutkan perjalanan menuju Makkah dan beristirahat sejenak di hotel sebelum menjalankan rangkaian ibadah umrah.

“Kemudian lanjut ke hotel. Di hotel kita naruh tas macam-macam istirahat sebentar. Kemudian nunggu situasi enak kita berangkat ke Masjidil Haram. Di sana nanti kita melakukan tawaf dan sai,” ujarnya.

Ia juga menegaskan adanya penyesuaian layanan bagi jemaah lanjut usia (lansia) maupun yang memiliki keterbatasan fisik.

“Untuk lansia atau yang pakai kursi roda atau yang sakit itu nanti pakai kursi roda atau transportasi khusus yang sakit. Nanti ada pendamping di atas tapi tidak di bawah. Di lantai atas, lantai dua atau lantai tiga. Untuk yang lain yang sehat-sehat di bawah. Selesai itu kita tahalul kemudian kembali ke pondok,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Ahmad Sunhaji mengingatkan pentingnya memahami urutan ibadah dengan benar. Setelah memasuki Masjidil Haram, jemaah akan melaksanakan tawaf sebanyak tujuh putaran, dilanjutkan dengan sai dari Bukit Shafa ke Marwah sebanyak tujuh kali. Tahapan ditutup dengan tahallul di Marwah.

Bagi jemaah perempuan yang sedang berhalangan, umrah wajib dapat ditunda hingga kondisi memungkinkan.

Selain itu, kondisi kesehatan juga menjadi perhatian utama selama berada di Makkah. Ahmad Sunhaji mengimbau jemaah tidak memaksakan diri dalam menjalankan ibadah sunah. (bil/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Kamis, 30 April 2026
26o
Kurs