Selasa, 25 Juni 2024

Israel Kembali Serang Gaza Setelah Jeda Kemanusiaan Berakhir

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Asap mengepul setelah serangan udara Israel di Gaza, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas pada 21 November 2023. Foto: Reuters

Pertempuran sengit dilaporkan terjadi di Gaza pada, Jumat (1/12/2023), ketika militer Israel mengatakan telah melanjutkan operasi tempur melawan Hamas setelah menuding kelompok militan Palestina itu melanggar gencatan senjata sementara, dengan menembak ke arah wilayah Israel.

Melansir Antara, jeda tujuh hari yang dimulai pada 24 November dan diperpanjang dua kali, memungkinkan terjadinya pertukaran puluhan sandera Israel yang ditahan di Gaza, dengan ratusan tahanan Palestina. Selain itu memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan ke jalur pantai yang telah luluh lantak.

Satu jam sebelum gencatan senjata berakhir pada pukul 7 pagi (12.00 WIB), Israel mengatakan pihaknya mencegat sebuah roket yang ditembakkan dari Gaza.

“Sirene peringatan roket terdengar lagi di wilayah Israel dekat Gaza hanya beberapa menit sebelum batas waktu,” kata militer Zionis itu.

Padahal, belum ada komentar langsung dari Hamas atau pihak yang mengaku bertanggung jawab atas peluncuran tersebut.

Media Palestina melaporkan serangan udara dan artileri Israel di wilayah kantong tersebut setelah gencatan senjata berakhir, termasuk di Rafah, dekat perbatasan dengan Mesir.

Militer Israel berdalih bahwa jet-jet tempur mereka menyerang sasaran Hamas di Gaza. Sementara gambar di media sosial menunjukkan kepulan asap hitam membubung di atas kamp pengungsian Jabalia yang padat di Gaza.

Lebih lanjut, Israel sebelumnya telah bersumpah untuk memusnahkan Hamas yang menguasai Gaza, sebagai tanggapan atas serangan 7 Oktober lalu.

Israel mengatakan orang-orang bersenjata membunuh 1.200 orang dan menyandera 240 orang. Zionis kemudian membalas dengan bombardir hebat dan invasi darat yang menyebabkan lebih dari 15 ribu warga Gaza meninggal.

Serangan itu mengabaikan upaya  Qatar dan Mesir yang telah melakukan upaya intensif untuk memperpanjang gencatan senjata setelah pertukaran delapan sandera dan 30 tahanan Palestina pada, Kamis (30/11/2023).

Sebelumnya Israel menetapkan pembebasan 10 sandera sehari sebagai jumlah minimum yang dapat diterima untuk menghentikan serangan darat dan pemboman. Pembebasan yang dilakukan Kamis ini membuat total orang yang dibebaskan selama gencatan senjata menjadi 105 sandera dan 240 tahanan Palestina.

Di antara mereka yang dibebaskan adalah enam wanita berusia 21 hingga 40 tahun termasuk satu warga negara berkewarganegaraan ganda Meksiko-Israel, dan Mia Schem yang berusia 21 tahun, memiliki kewarganegaraan Prancis dan Israel.

Foto-foto yang dirilis oleh kantor perdana menteri Israel menunjukkan Schem, yang ditangkap oleh Hamas bersama dengan orang lain di sebuah festival musik luar ruangan di Israel selatan pada 7 Oktober, tengah memeluk ibu dan saudara laki-lakinya setelah mereka dipertemukan kembali di pangkalan militer Hatzerim di Israel.

Dua sandera lainnya yang baru dibebaskan adalah kakak beradik, Belal dan Aisha al-Ziadna, masing-masing berusia 18 dan 17 tahun, menurut kantor perdana menteri Israel.

Mereka adalah warga Arab Badui di Israel dan di antara empat anggota keluarga mereka yang disandera saat mereka sedang memerah susu sapi di sebuah peternakan. (ant/feb/bil/iss)

Berita Terkait

..
Surabaya
Selasa, 25 Juni 2024
28o
Kurs