Minggu, 21 April 2024

UNICEF: 190 Anak Meninggal dalam Pertempuran Sudan 

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Asap membumbung di Omdurman, dekat Jembatan Halfaya, selama bentrokan antara paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) dan tentara, di Khartoum Utara, Sudan, Sabtu (15/4/2023). Foto: Antara

UNICEF menyebut pertempuran di Sudan telah menewaskan setidaknya 190 anak dan membuat 1.700 lainnya luka-luka.

“Situasi di Sudan pelan-pelan menuju bencana, dan anak-anak semakin terperangkap dalam baku tembak,” demikian pernyataan UNICEF yang dilaporkan Antara, Jumat (5/5/2023).

“Anak-anak tinggal di tengah kekerasan yang menakutkan selama hampir tiga minggu, dan tak terhitung keluarga yang saat ini mengungsi ke tempat yang aman di Sudan dan di luar perbatasan,” kata UNICEF.

Seperti diketahui, negara yang terletak di Benua Afrika itu sedang dilanda konflik dan kekerasan selama berminggu-minggu karena pertempuran antara tentara dan kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF).

Petugas kemanusiaan juga diserang, sementara fasilitas kemanusiaan, kendaraan dan pasokan –termasuk milik UNICEF– telah dijarah atau dihancurkan, menurut pernyataan itu.

Serangan-serangan itu disebutkan telah mengganggu kemampuan organisasi untuk mencapai anak-anak di seluruh negeri dalam rangka memberikan layanan kesehatan yang menyelamatkan nyawa, nutrisi, air dan sanitasi.

Organisasi PBB tersebut meminta pihak-pihak yang bertikai di Sudan untuk mematuhi hukum internasional dengan memastikan kalangan petugas kemanusiaan dapat beroperasi di lapangan untuk memberikan bantuan bagi warga sipil yang membutuhkan.

Pertempuran baru-baru ini menewaskan sedikitnya 550 jiwa dan melukai lebih dari lima ribu lainnya. Perang itu juga membuat 100 ribu warga mengungsi ke negara-negara tetangga.(ant/dfn/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Minggu, 21 April 2024
27o
Kurs