Rabu, 24 Juli 2024

BMKG Mendorong Pakar Kebumian Mengkaji Potensi Gempa Bumi di Laut Jawa

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Peta terjadinya gempa susulan di laut Tuban, Jawa Timur. Foto: Stasiun Geofisika Pasuruan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendorong pakar kebumian untuk melakukan kajian tentang potensi gempa bumi yang bersumber di Laut Jawa.

Rahmat Triyono Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG mengatakan, gempa berkekuatan magnitudo 6,5 di Laut Jawa jarang terjadi.

Sehingga, patut menjadi perhatian pakar kebumian untuk melihat sejauh mana potensi aktivitas kegempaan.

Hal itu penting untuk menyiapkan skema mitigasi termasuk kemungkinan terburuk seperti gempa bumi yang memicu gelombang tsunami.

“Gempa jarang terjadi di Laut Jawa dengan magnitudo yang cukup signifikan mencapai 6,5. Ini perlu menjadi perhatian dari pakar kebumian,” ujarnya, Minggu (24/3/2024), di Pasaman, Sumatra Barat.

Berdasarkan kajian yang ada, lanjut Rahmat, ancaman tsunami selama ini berasal dari wilayah Pantai Selatan Jawa, dan Pantai Barat Sumatra.

Sementara, khusus di pantai utara, BMKG jarang menyampaikan adanya potensi rawan tsunami.

Rahmat menjelaskan, kalau ada potensi sumber gempa yang besar dengan mekanisme mendatar, potensi terjadinya tsunami tergolong kecil dibandingkan sesar naik.

Selama ini, BMKG melaporkan aktivitas kegempaan di bagian utara lebih didominasi gempa dalam, dengan dampak kerusakan yang lebih kecil.

“Intinya, dari kejadian kemarin menjadi upaya bersama masyarakat Jawa Timur, khususnya bagian utara, ada ancaman gempa dangkal yang berarti dampaknya merusak,” tegasnya.

Seperti diketahui, gempa mengguncang wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (22/3/2024). Gempa tercatat terjadi sebanyak 22 kali dan dirasakan di sejumlah daerah Pulau Jawa.

Hari Jumat siang, gempa tercatat berkekuatan magnitudo 6,1. Kemudian, sore harinya, kembali terjadi gempa berkekuatan magnitudo 6,5.

BMKG mencatat gempa berpusat di laut dengan kedalaman 10 km. Lokasi gempa berada di titik 5,74 Lintang Selatan, 112,32 Bujur Timur atau 132 km Timur Laut Tuban.(rid/iss)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Rabu, 24 Juli 2024
29o
Kurs