Kamis, 25 Juli 2024

Kawal Keamanan World Water Forum, Kapal Buatan PT PAL Terapkan Sistem Reverse Osmosis

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Kapal KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 buatan PT. PAL Indonesia turut mengamankan World Water Forum 10th 2024. Foto: PT. PAL/TNI AL

KRI Banjarmasin-592 dan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 yang merupakan kapal hasil buatan PT. PAL Indonesia turut mengamankan World Water Forum 10th 2024 pada 18-25 Mei.

Dalam pengamanannya, dua kapal yang memiliki fungsi sebagai kapal pendukung operasi militer dan non-militer itu, menerapkan inovasi teknologi terbaru yakni sistem Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang digunakan sebagai teknologi alternatif untuk mengolah air laut menjadi air tawar untuk memenuhi kebutuhan di atas kapal selama mengemban tugas di laut lepas.

“Tentu sangat berkaitan dengan tujuan acara World Water Forum 2024 yang membahas tentang isu ketersediaan cadangan air permukaan yang semakin langka serta cara yang efektif guna mengantisipasi terjadinya krisis yang lebih serius,” kata Dedy Wahyudi Engineer PT PAL Indonesia, Rabu (22/5/2024).

Ia mengatakan, pembuatan air tawar dengan metode reverse osmosis (RO) merupakan solusi teknis yang mengubah air laut menjadi air tawar. Air laut dari sea chest kapal di serap dan dipaksa melewati di bawah tekanan pada pori-pori mikroskopis yang di sebut membran semipermeabel, sementara padatan terlarut yang lebih besar dan kontaminan dan bioorganik dengan berat molekul besar dibuang sebagai air buangan.

“Dan juga membran semipermeabel ini air laut yang memiliki molekul garam lebih besar dapat terhalang sehingga hasilnya adalah menjadi air tawar yang dapat di gunakan untuk memasak, mandi, mencuci, dan melayani kebutuhan permesinan dan kebersihan di kapal,” ungkapnya.

Penerapan teknologi itu, kata dia, memenuhi standar panduan World Health Organization (WHO) terkait air harus bebas dari pathogenic organism dan zat kimia berbahaya, sehingga air tawar yang dihasilkan betul-betul layak digunakan.

Teknologi SWRO pada kapal itu menurutnya, sekaligus menegaskan komitmen serius Indonesia dalam mengatasi krisis kelangkaan air permukaan, karena inovasi itu tidak hanya memperkuat fungsi pertahanan dan ketahanan, tetapi juga merupakan solusi konkret yang dapat diimplementasikan bagi seluruh masyarakat dalam menghadapi tantangan kelangkaan air tawar.

Tidak hanya itu, KRI Banjarmasin-592 sebagai kapal support militer telah dilengkapi dengan meriam kaliber 44 m serta kemampuan angkut 3 unit helikopter di helidek, 2 unit helikopter di heli hangar, 22 unit tank medium serta kendaraan tempur lainnya.

Sedangkan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 yang merupakan kapal rumah sakit dilengkapi dengan sejumlah fasilitas dan alat kesehatan yang mumpuni seperti ruang UGD, ICU dan HCU, ruang rawat inap, ruang isolasi, ruang radiologi meliputi CT SCAN, C-Arms, rontgen, dan panoramic, USG 4D, ruang bersalin dan ruang bayi, klinik, laboratorium, bank darah, serta ruang operasi.

“Kedua hasil karya anak bangsa ini telah mencerminkan keberhasilannya dalam menuntaskan berbagai misi internasional yang diamanatkan,” pungkasnya. (ris/ipg)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Kamis, 25 Juli 2024
29o
Kurs