Senin, 27 Mei 2024

Korlantas Polri Antisipasi Pergerakan 70 Juta Kendaraan saat Mudik Lebaran

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Kepadatan kendaraan di gerbang Tol Cikampek Utama pada Selasa (18/4/2023) malam dalam rangka arus mudik. Foto: Jasa Marga

Korlantas Polri menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi pergerakan lebih kurang 70 juta kendaraan bermotor saat mudik Lebaran.

Dilansir dari Antara pada Rabu (27/3/2024) tengah malam, rekayasa lalu lintas ini bertujuan agar tidak terjadi perlambatan arus hingga mengakibatkan kemacetan.

“Yang perlu kami konsen yang menggunakan jalan itu hampir sekitar 60 juta hingga 70 juta lebih. Itu untuk gabungan antara sekitar 37 juta bus, mobil pribadi 35 juta, sepeda motor 31 juta. Ini yang perlu kami antisipasi,” kata Brigadir Jenderal Polisi Raden Slamet Santoso Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri.

Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, sebanyak 193,6 juta orang diprediksi melakukan perjalanan mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Jumlah itu meningkat sekitar 52 persen dibandingkan Idul Fitri 2023 yang tercatat sekitar 123 juta orang.

Dari data tersebut, jika dilihat asal pemudik, lima daerah tertinggi berasal dari Jawa Timur hampir 31,3 juta orang, Jabodetabek 28,43 juta orang, Jawa Tengah 26,11 juta orang, Jawa Barat 22,79 juta orang, dan Sumatera Utara 10,67 juta orang.

Sedangkan daerah tujuan pemudik yang paling banyak mengarah ke Jawa Timur dengan perkiraan sekitar 61,6 juta orang, Jawa Tengah 37,6 juta orang, Jawa Barat 32,1 juta orang, Daerah Istimewa Yogyakarta 11,7 juta orang, dan DKI Jakarta 6,4 juta orang.

“Moda transportasi yang banyak dipilih adalah kereta api sekitar 39,32 persen, dan lainnya, bus mobil pribadi serta sepeda motor,” kata Slamet.

Untuk mengantisipasi kemacetan itu, Polri mengerahkan 76.192 personel dari tingkat Mabes Polri dan polda jajaran yang diturunkan ke 5.784 pos pelayanan, pos pengamanan dan pos terpadu.

Pengerahan personel ini dalam Operasi Ketupat 2024 yang berlangsung selama 13 hari dari tanggal 4 hingga 16 April.

Rekayasa lalu lintas yang disiapkan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB), yakni contraflow dan one way (satu arah). Khususnya pada ruas tol Jakarta-Cikampek, Cipali dan Kalikangkung.

“Beberapa potensi kerawanan yang akan kami antisipasi di jalan tol tentunya perlambatan di segmen-segmen tertentu. Apalagi dengan jumlah potensi pergerakan dari Jakarta, khususnya ke arah timur dan barat yang cukup tinggi, potensi perlambatan, di pintu tol, bottle neck, rest area, dan perilaku pengemudi itu sendiri,” kata Slamet. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Bus di Trowulan Mojokerto

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Surabaya
Senin, 27 Mei 2024
25o
Kurs