Jumat, 19 Juli 2024

Puncak Haji: Seluruh Jemaah Indonesia Melaksanakan Wukuf di Arafah

Laporan oleh Restu Indah
Bagikan
Jemaah haji dari seluruh dunia tiba di Arafah untuk menjalani prosesi wukuf pada Sabtu (15/6/2024) hari ini. Foto: Restu Indah suarasurabaya.net

Jemaah haji dari seluruh dunia termasuk jemaah haji Indonesia sedang melaksanakan puncak haji yaitu prosesi wukuf di Arafah, Sabtu (15/6/2024).

Semua doa benar-benar tercurahkan, dipanjatkan untuk menyambut panggilan Allah dan juga meminta agar mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

Setelah wukuf, jemaah haji akan melakukan mabit di Muzdalifah. Saat matahari terbenam, jemaah haji bersiap meninggalkan Arafah menuju ke Muzdalifah untuk berhenti, beristirahat, dan bermalam di sana. Inilah yang disebut dengan mabit.

Malam yang hening sangat ideal untuk melakukan kontemplasi. Bertafakur, tadabur, merenung mendekatkan diri kepada Allah sampai dengan lewat tengah malam. Setelah itu jemaah diperbolehkan bergerak menuju Mina.

Jemaah haji dari seluruh dunia tiba di Arafah untuk menjalani prosesi wukuf pada Sabtu (15/6/2024) hari ini. Foto: Restu Indah suarasurabaya.net

Widi Dwinanda Anggota Media Center Kementerian Agama mengatakan, selama wukuf, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyelenggarakan khutbah wukuf dan salat berjemaah di tenda utama dan di setiap tenda jemaah yang dilaksanakan oleh para pembimbing ibadah.

“Khutbah wukuf di tenda utama akan disampaikan oleh Habib Ali Hasan Al Bahar, Lc, MA, setelahnya salat berjemaah jama’ qashar Zuhur dan Asar dengan imam KH. Agus Ma’arf, Lc, MA, dilanjutkan zikir dan doa wukuf yang dipimpin oleh Habib Ibrahim Lutfi bin Ahmad Al-Attas,” terang Widi, Sabtu (15/06/2024).

“Jemaah agar memanfaatkan kesempatan terbaik dalam hidupnya dengan memperbanyak zikir, membaca talbiyah, menggaungkan kalimat tauhid, dan membaca Al-Qur’an,” ucap dia.

“Lalu menyelingi zikir dengan berdoa, sebab Arafah adalah tempat mustajab atau terkabulnya doa. Meyakini bahwa doanya selama di Arafah dikabulkan Allah dan dosanya diampuni. Bertafakkur merenungi kebesaran Allah, berserah diri dan mengharap pertolongan Allah,” lanjutnya.

Bagi jemaah sakit, ia berpesan, agar bersabar dan tabah, zikir dan doa untuk kesembuhan, menjaga salat lima waktu. Jika tidak mampu salat dengan berdiri maka boleh salat sambil duduk atau berbaring di tempat tidur, atau jika terpaksa dengan isyarat.

Jemaah haji dari seluruh dunia tiba di Arafah untuk menjalani prosesi wukuf pada Sabtu (15/6/2024) hari ini. Foto: Restu Indah suarasurabaya.net

Selama mabit di Muzdalifah, jemaah disunahkan untuk mengambil sedikitnya tujuh butir kerikil untuk persiapan melontar jamrah aqabah pada keesokan harinya, sesampai mereka di Mina.

Jemaah haji Indonesia tidak perlu khawatir karena saat di Arafah sudah mendapatkan batu kerikil sejumlah 70 butir. Sehingga besok jemaah haji tidak perlu lagi untuk mengambil kerikil untuk melakukan lempar jumrah.

Dikisahkan juga, ketika jemaah melakukan mabit di Muzdalifah dengan mengambil kerikil, bagaikan pasukan tentara yang sedang menyiapkan tenaga dan senjata untuk perang melawan musuh laten manusia yaitu setan yang terkutuk.

Muzdalifah berasal dari kata izdilaf yang berarti mendekat atau berkumpul. Disebut seperti itu karena memang jaraknya yang sudah sangat dekat dengan Mina.

Prosesi selanjutnya, selepas wukuf jemaah haji reguler maupun haji khusus akan bersama-sama bergerak ke Muzdalifah.

Tahun ini ada skema baru, skema murur bagi jemaah haji risiko tinggi, lanjut usia, disabilitas, pengguna kursi roda, dan para pendampingnya di Muzdalifah.

Jemaah saat melewati kawasan Muzdalifah tetap berada di atas bus (tidak turun dari kendaraan), lalu bus langsung membawa mereka menuju tenda Mina.

“Selain jemaah risiko tinggi, lansia dan disabilitas, pergerakan jemaah ke Muzdalifah dilakukan dengan sistem taraddudi (shuttle) yang mengantar jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah,” terang dia.

Selama melaksanakan mabit (menginap), ia menambahkan, jemaah dapat istirahat dan berzikir, menyelingi zikir dengan berdoa kepada Allah, sebab Muzdalifah termasuk tempat mustajab. “Tidak ada ibadah khusus selama mabit di Muzdalifah,” katanya.

Jemaah diimbau mempertahankan kondisi kebugaran fisiknya dengan beristirahat atau tidur, menghindari kelelahan, mengonsumsi bekal yang dibawa, minum obat dan menghubungi dokter jika merasa tidak sehat.

“PPIH akan membagikan kantong kerikil saat jemaah haji di Arafah bersamaan dengan pembagian snack berat untuk dikonsumsi saat di Muzdalifah,” pungkasnya.

Jemaah yang wafat hingga saat ini berjumlah 121 orang dengan rincian wafat di Embarkasi 9 orang, di Madinah 18 orang, di Makkah 87 orang, di Bandara 3 orang dan di Arafah 4 orang. Seluruh jemaah wafat akan dibadalhajikan.(rst/iss)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Jumat, 19 Juli 2024
31o
Kurs