Sekitar 217 kilometer jalan provinsi di Jawa Timur masih dalam kondisi rusak, baik ringan maupun berat. Angka tersebut setara dengan 13 persen dari total 1.667 kilometer jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.
Netty Herawati Kepala Bidang Bina Teknik Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur mengatakan, berdasarkan data terbaru, sebanyak 87 persen jalan provinsi saat ini berada dalam kondisi mantap atau kategori baik dan sedang.
“Nah, ini memang kita di sekitar 87 itu kondisinya mantap, dalam artian adalah kondisi dengan rusak kurang dari 10 persen,” kata Netty dalam program Merawat Bumi Majapahit di Radio Suara Surabaya, Selasa (27/10/2026).
Sementara itu, sekitar 13 persen ruas jalan lainnya masih membutuhkan penanganan karena mengalami kerusakan.
“Di sana 13 persen itu adalah kondisi rusak. Rusak ringan maupun rusak berat di situ,” jelasnya.
Netty menerangkan, panjang jalan provinsi di Jawa Timur saat ini mencapai 1.667 kilometer berdasarkan Surat Keputusan (SK) tahun 2023.
Jumlah tersebut bertambah seiring peningkatan status sejumlah ruas jalan kabupaten menjadi jalan provinsi untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.
Penambahan ruas tersebut mencakup sejumlah koridor penghubung wilayah utara, tengah, hingga selatan Jawa Timur, termasuk akses menuju kawasan pantai selatan.
Lubang Jalan Ditargetkan Tertangani dalam 1×24 Jam
Untuk menjaga keselamatan pengguna jalan, Pemprov Jatim menerapkan komitmen penanganan lubang jalan dalam waktu maksimal 1×24 jam.
Netty mengatakan, kebijakan tersebut masih terus dijalankan meskipun pemerintah menghadapi keterbatasan anggaran pemeliharaan infrastruktur.
“Satu kali 24 jam lubang itu harus tertangani. Itu komitmen dari Bu Gubernur, Bapak Kepala Dinas, dan jajaran kita,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan lubang jalan merupakan bentuk pelayanan dasar pemerintah kepada masyarakat karena kerusakan jalan dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
“Itu harus diutamakan, minimal itu harus yang kita lakukan. Karena ini layanan masyarakat,” tegasnya.
Selain perbaikan lubang, Dinas PU Bina Marga Jatim juga melakukan pemeliharaan berkala, seperti pelapisan ulang aspal atau overlay, serta perbaikan struktur jalan yang mengalami penurunan maupun kerusakan.
Pemprov Jatim Targetkan Overlay hingga 100 Kilometer
Netty menyebut, Pemprov Jatim tetap mengalokasikan kegiatan peningkatan kualitas jalan sepanjang 2026, meskipun anggaran yang tersedia terbatas.
Salah satu program yang dilakukan adalah pelapisan ulang aspal dengan perkiraan penanganan mencapai 80 hingga 100 kilometer.
“Alhamdulillah, komitmen dari Gubernur dan juga pemerintah provinsi untuk peningkatan kualitas dan kapasitas jalan itu kita di tahun ini kira-kira dalam overlay bisa hampir mungkin sekitar 80 kilometer atau 100 kilometer,” jelasnya.
Selain memperbaiki kondisi permukaan jalan, pemerintah juga menghadapi tantangan terkait kapasitas infrastruktur.
Netty mengungkapkan, sekitar 50 persen dari total jalan provinsi di Jawa Timur masih belum memenuhi standar lebar jalan.
“Karena jalan kita dari 1.667 itu kisaran 50 itu masih di bawah standar lebarnya,” katanya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah, terutama untuk mendukung mobilitas kendaraan dan pengembangan layanan transportasi umum yang menghubungkan sejumlah kabupaten dan kota.
Pemprov Jatim akan terus melakukan penanganan kerusakan, pemeliharaan berkala, dan peningkatan kapasitas jalan secara bertahap guna menjaga konektivitas serta keselamatan pengguna jalan di Jawa Timur.(iss/ham)








