Sebanyak 130 ton sampah telah diangkut dari Kali Tebu, Surabaya, sejak pemasangan trash boom pada Mei hingga awal Oktober 2026.
Sampah tersebut dikumpulkan menggunakan trash boom yang dipasang oleh pegiat lingkungan dari Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah, Ecological Observation and Wetland (Ecoton) bersama warga sekitar untuk menahan sampah sebelum terbawa aliran sungai ke laut.
Alaika Rahmatullah Manager Data dan Informasi program Mission for Zero Plastic Leakage (Mozaik) Ecoton mengatakan, rata-rata hampir satu ton sampah dievakuasi dari Kali Tebu setiap hari.
“Setiap hari kami mengevaluasi sampah, rata-rata sampah yang didapatkan itu sekitar satu ton,” katanya pada Senin (5/10/20206).
Dari sampah yang dievakuasi, popok sekali pakai menjadi salah satu jenis yang paling banyak ditemukan.
Selain itu, terdapat residu yang tidak dapat didaur ulang, kantong plastik, botol plastik sekali pakai, dan styrofoam.
“Secara keseluruhan itu residu lain. Jadi residu lain itu sampah-sampah yang tidak bisa didaur ulang kembali. Dan juga yang kedua itu popok sekali pakai. Jadi popok sekali pakai ini banyak dibuang ke sungai,” jelasnya.
Ia mengatakan, pemasangan trash boom di Kali Tebu sudah dilakukan sejak Mei 2026. Sementara trashboom di segmen hulu kawasan Kapas Madya Baru mulai dipasang pada akhir Juli.
Saat ini terdapat dua trash boom di Kali Tebu, masing-masing di Kelurahan Kapas Madya Baru dan Kelurahan Sidotopo Wetan. Program evakuasi sampah tersebut direncanakan berlangsung hingga Juli 2027.
Dengan masih banyaknya sampah di Kali Tebu, pihaknya mengajak masyarakat untuk mengurangi dan memilah, serta tidak membuang sampah ke sungai.
“Jadi setiap hari kami ingin masyarakat mengurangi atau memilah sampah sejak dari rumah, jangan membuang sampah ke sungai,” pungkasnya. (ris/saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

