Lewat aksi tersebut, pihaknya menargetkan pengumpulan donasi hingga Rp1 miliar untuk mendukung penyediaan fasilitas air bersih, pembangunan rumah aman sebagai tempat berkumpul dan berlindung sementara bagi warga, serta pengembangan rumah produksi dan pemasaran Omah Iwak untuk memperkuat ekonomi kelompok perempuan pesisir.
Arto Biantoro penggagas aksi renang Selat Madura mengatakan, kegiatan tersebut berawal dari gagasan sederhana untuk tidak sekadar mengeluhkan persoalan sosial, tetapi mengambil langkah untuk saling membantu.
“Daripada kita mengeluh dan komplain terhadap banyak hal, kami memutuskan untuk melakukan sesuatu, menjadi sebuah suara bagi sebuah desa kecil di pesisir utara Jawa,” ucapnya.
Aksi tersebut, kata dia, dipersiapkan melalui latihan intensif selama kurang lebih dua bulan. Para peserta menjalani latihan di kolam renang dan laut terbuka, termasuk latihan bersama TNI Angkatan Laut di Pondok Dayung, Jakarta Utara.
Menurutnya, dukungan berbagai komunitas, sekolah, dan jaringan alumni menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan kegiatan tersebut.
NOW ON AIR SSFM 100

