“Kami harus naik ke pohon untuk mendapatkan sedikit koneksi internet,” kata Caicedo kepada Caracol TV.
Menurutnya, anak-anak dan warga lanjut usia masih mengalami trauma akibat gempa. Fasilitas kesehatan dan persediaan obat juga sangat terbatas sehingga masyarakat terpaksa melakukan penanganan secara mandiri.
“Kami tidak memiliki pusat kesehatan atau persediaan medis, kami melakukan apa yang kami bisa dengan tangan kami sendiri,” ujarnya.
Hingga Selasa sore, tiga bandara masih ditutup. Sejumlah wilayah juga belum mendapatkan akses normal terhadap gas, air, dan listrik. Beberapa ruas jalan utama masih tertutup akibat dampak gempa.
Lebih dari 100 gempa susulan juga telah tercatat hingga Selasa sore. Kondisi tersebut membuat warga memilih bertahan di ruang terbuka untuk menghindari risiko bangunan kembali runtuh.

NOW ON AIR SSFM 100

