Dilansir dari Antara, risiko tersebut menjadi perhatian khusus bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat asma dan penyakit paru.
Karena itu, Kemenkes mendorong masyarakat menjadikan masker sebagai perlindungan awal ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap.
Selain menggunakan masker, masyarakat diminta memantau kualitas udara secara berkala melalui layanan atau aplikasi resmi. Informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan sebelum memutuskan melakukan aktivitas di luar ruangan.
Kemenkes juga mengingatkan warga untuk tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Keluhan seperti sesak napas, batuk yang menetap, nyeri dada, atau iritasi mata yang berat perlu segera mendapat pemeriksaan medis.
Masyarakat yang mengalami gejala tersebut diimbau mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan, seperti puskesmas atau rumah sakit terdekat, untuk mendapatkan penanganan sebelum kondisi memburuk. (ant/saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

