Jumat, 3 Juli 2026

3,37 Ton Narkotika yang Dibongkar di Gresik Akan Diolah Jadi Cairan Cartridge Rokok Elektrik

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Irjen Aswin Sipayung Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI saat membuka kantung plastik berisi bunga cannabinoid marijuana asal Thailand di Cerme, Gresik, Kamis (2/7/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap modus jaringan narkotika internasional yang terbongkar di pergudangan Prambanan Bizland, Cerme, Gresik merupakan bahan baku cairan isi ulang (cartridge) rokok elektrik.

Komjen Pol Suyudi Ario Seto Kepala BNN RI menjelaskan, dalam pengungkapan kasus ini sebanyak 3,37 ton barang bukti berupa bunga cannabinoid marijuana asal Thailand telah diamankan.

Hasil penyelidikan BNN RI, menunjukkan barang bukti yang disita tidak diedarkan dalam bentuk mentah, melainkan diolah terlebih dahulu menjadi ekstrak tetrahydrocannabinol (THC) untuk mengisi cartridge vape atau rokok elektrik.

“Berdasarkan informasi intelijen, kuncup bunga canabinoid ini direncanakan untuk digunakan sebagai bahan baku penghasil ekstrak tetrahydrocodone hidrokanabinol atau THC yang selanjutnya akan dimanfaatkan sebagai cairan isi ulang atau cartridge rokok elektrik,” ujarnya di Cerme Gresik, Kamis (2/6/2026).

Suyudi menilai, modus jaringan narkotika internasional ini menjadi tantangan baru petugas dalam melakukan upaya preventif karena menyasar gaya hidup dan tren konsumsi generasi muda.

Menurutnya, para pelaku berupaya mencampurkan narkotika melalui produk yang identik dengan gaya hidup, perkembangan teknologi, dan tren konsumsi anak muda.

“Inilah tantangan baru yang harus kita hadapi bersama. Ketika narkotika berusaha masuk melalui lifestyle, gaya hidup, teknologi dan tren konsumsi generasi muda,” ucapnya.

Dalam operasi gabungan bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tersebut, petugas mengamankan 12 orang terduga pelaku yang saat ini masih menjalani pemeriksaan dan pendalaman untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.

Selain itu, barang bukti yang disita petugas dalam jumlah besar ditemukan di dalam empat kontainer yang tersebar di wilayah Purwakarta dan Gresik.

Terbongkarnya kasus ini bermula dari operasi control delivery yang dilakukan BNN RI sesudah menerima informasi intelijen mengenai pengiriman barang dari Pelabuhan Tanjung Priok.

Petugas kemudian melakukan pendalaman dan melacak pergerakan barang hingga akhirnya mengungkap temuan sebuah gudang di Cerme, Gresik yang dijadikan lokasi pembuatan narkotika.

Kepala BNN RI juga menyebut modus operandi sindikat narkotika internasional ini sangat terorganisir dan memanfaatkan jalur perdagangan resmi untuk menyamarkan aktivitas ilegalnya.

Para pelaku tidak lagi menggunakan cara-cara konvensional dalam menyelundupkan narkotika. Untuk mengelabui petugas, narkotika disembunyikan di dalam komoditas impor yang dilengkapi dokumen kepabeanan resmi.

“Barang disamarkan di antara tumpukan koper dan latex, dan dokumen kepabeanan yang sah,” ujarnya.

Sementara itu Irjen Pol Aswin Sipayung Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI menjelaskan, efek samping penggunaan narkotika ini bisa menyebabkan masalah terhadap saraf otak, paru-paru hingga psikologi.

“Efek sampingnya menurut medis ini akan menyerang saraf otak, kemudian paru-paru dan juga psikologi bagi pengguna. Kalau aku bisa berakibat fatal ya untuk psikologinya,” ucapnya.(wld/bil/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Jumat, 3 Juli 2026
26o
Kurs