Rizqi menjelaskan, sebagian pasien tambahan merupakan santri yang sebelumnya sempat pulang sesudah penanganan awal, kemudian kembali ke rumah sakit pada pagi hari.
Sedangkan sebagian korban lainnya diduga belum sempat tercatat saat pendataan awal karena situasi di IGD yang padat.
“Hari ini ada yang tadi malam sudah dirawat terus pulang, pagi tadi kembali. Ada juga yang kemungkinan tadi malam belum sempat terdata karena kondisinya memang crowded,” jelasnya.
Secara keseluruhan, hingga pembaruan data pukul 10.00 WIB, RSUD Notopuro telah menangani 345 pasien yang diduga menjadi korban keracunan MBG. Dari jumlah tersebut, 335 orang sudah diperbolehkan pulang.
Rizqi menambahkan, korban yang ditangani RSUD Notopuro tidak hanya berasal dari Ponpes Manbaul Hikam. Namun juga berasal dari sejumlah lembaga pendidikan tingkat SMP dan SMA.
“Dari luar ponpes ada sekitar 15 orang yang terdata tadi malam. Semuanya sudah masuk dalam total 345 pasien yang kami tangani,” tandasnya. (wld/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

