Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur (Jatim) mengungkap terdapat perbedaan jam pengiriman dalam mendistribusikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diduga menjadi pemicu keracunan massal terhadap 664 santri dan pelajar di Kabupaten Sidoarjo.
Hal tersebut disampaikan Khofifah waktu meninjau para korban keracunan yang masih dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Kamis (3/9/2026).
Khofifah menjelaskan bahwa SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin itu selama ini mendistribusikan MBG kepada 18 lembaga pendidikan di sekitarnya, dan tidak ada kejadian apapun.
“Tadi saya tanya, ini ada Kadinkes, ada Kakanwil Kemenag. Nah, yang mendapatkan manfaat dari SPPG yang sama itu ada 18 unit. Dari 18 unit yang lain, relatif semua berjalan baik,” kata Khofifah.
Namun saat terjadinya keracunan massal tersebut, ia mengungkap adanya perbedaan waktu pengiriman MBG kepada sekolah penerima manfaat.

NOW ON AIR SSFM 100

