UNICEF mengatakan separuh anak di Afghanistan hidup dalam kondisi kemiskinan pangan anak yang parah, yang berarti mereka hanya mengonsumsi makanan dari paling banyak dua kelompok pangan setiap hari.
Menurut UNICEF, anak-anak yang tinggal dalam rumah tangga dengan kerawanan pangan parah dapat memiliki risiko hingga enam kali lebih tinggi mengalami gizi buruk akut selama periode puncak malnutrisi.
Oyewale mengatakan kekeringan yang terjadi selama bertahun-tahun, hujan deras yang merusak, dan banjir bandang semakin memperburuk kondisi tersebut, ditambah ketidakstabilan regional yang berdampak pada perdagangan lintas perbatasan dan mata pencaharian masyarakat.
Sebanyak enam juta orang, lebih dari separuh di antaranya anak-anak, telah kembali ke Afghanistan sejak 2023. Kondisi tersebut semakin meningkatkan tekanan terhadap lapangan pekerjaan, sumber daya rumah tangga, serta layanan kesehatan dan gizi, katanya.
UNICEF mengatakan lebih dari 100 fasilitas yang menangani anak-anak dengan gizi buruk akut telah ditutup tahun ini dibandingkan dengan 2025 akibat keterbatasan sumber daya.

NOW ON AIR SSFM 100

