Sebanyak 425 pendonor menerima piagam penghargaan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, setelah tercatat melakukan donor sebanyak 50 kali hingga tahun 2026. Pemberian penghargaan dilakukan bersamaan dengan Hari Palang Merah Indonesia (PMI) ke-81, yang digelar Kamis (17/9/2026) hari ini.
Lilik Arijanto Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya sekaligus Ketua PMI Kota Surabaya menerangkan, pemberian penghargaan ini tidak hanya sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi pendonor, tapi juga pengingat pentingnya kepedulian pada sesama.
“Lima puluh kali donor bukan hal yang sederhana. Di balik aksi donor yang dilakukan masyarakat, ada waktu yang mereka luangkan, kemudian kepedulian, dan komitmen bantu sesama,” katanya, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, donor darah merupakan bentuk nyata kemanusiaan yang dapat dilakukan langsung oleh masyarakat untuk membantu sesama.
Dia berharap kegiatan donor darah yang dilakukan masyarakat tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tapi harus tumbuh jadi budaya kepedulian di masyarakat Surabaya.
Sementara itu, Taufik Rohman Hidayat Wakil Ketua PMI Kota Surabaya menerangkan, 425 pendonor yang melakukan donor darah hingga 50 kali sampai 2026, terdiri dari 397 pendonor laki-laki dan 28 pendonor perempuan. Selain itu, dua pendonor tercatat memiliki golongan darah rhesus negatif.
Taufik menilai animo masyarakat Surabaya dalam mendonorkan darah cukup tinggi. Setiap bulan, PMI Kota Surabaya melayani sekitar 12 ribu pendonor atau berkisar 300 sampai 400 pendonor setiap hari.
“Kalau target kita tiap bulan itu 12 ribu pendonor. Itu sudah sesuai kebutuhan di Kota Surabaya. Bahkan sebenarnya jumlah pendonor bisa lebih tinggi dari itu,” ungkapnya.
Namun, PMI Kota Surabaya juga berupaya mengatur ritme pendonor untuk menjaga kualitas stok darah.
Selain pelayanan donor darah, PMI Kota Surabaya sepanjang 2026 juga menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan. Di antaranya, membantu menangani 1.896 korban kecelakaan kendaraan bermotor, 95 korban kebakaran, memberikan 240 bantuan medis, serta melakukan 102 evakuasi jenazah melalui unit reaksi cepat 112.
“PMI Kota Surabaya juga terlibat dalam respons terhadap bencana di sejumlah daerah. Bantuan antara lain diberikan untuk pembangunan fasilitas MCK di Aceh serta penanganan bencana Gunung Semeru,” imbuhnya.
Dalam penanganan insiden kecelakaan laut KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Tanjung Perak, PMI Kota Surabaya turut membuka posko layanan Restoring Family Links (RFL) dan Psychological First Aid (PFA) untuk membantu keluarga serta penyintas yang terdampak.
“Di sisi lain, PMI terus memperkuat kapasitas sumber daya manusianya. Saat ini terdapat sekitar 1.500 anggota Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Mula, Madya, dan Wira yang dibina PMI Kota Surabaya. Selain itu, terdapat sekitar 300 relawan Korps Sukarela (KSR) serta 100 relawan Tenaga Sukarela (TSR) aktif dari berbagai bidang keahlian,” tutupnya.(kir/bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

