Sebagian besar sekolah menengah di Jawa Timur disebut berada di wilayah rawan bencana. Namun baru sekitar dua persen yang telah mengantongi pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Kondisi ini mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mempercepat peningkatan kapasitas guru sebagai langkah mitigasi dan memperkuat ketangguhan sekolah.
Gatot Soebroto Kepala Pelaksana BPBD Jatim mengungkapkan, sebanyak 3.645 dari total 4.088 SMA, SMK, dan MA di Jawa Timur, atau sekitar 89,2 persen, berada dalam kategori rawan bencana tinggi.
Tingginya sekolah yang masuk daerah rawan itu tidak sejalan dengan kapasitas pelatihan bencana. Gatot menyebut hanya sekitar 95 sekolah atau dua persen yang baru mendapatkan pelatihan SPAB.
Untuk itu BPBD Jatim kembali menggelar Training of Facilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana (TOF SPAB) bagi 50 guru perwakilan
dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Pelatihan berlangsung pada 6-7 Juli 2026 di Surabaya sebagai hasil kolaborasi BPBD Jatim dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jawa Timur, Kantor Wilayah Kementerian Agama Jatim, dan Dinas Pendidikan Jatim.
Gatot mengatakan pelatihan ini menjadi upaya BPBD Jatim untuk mewujudkan sekolah tangguh bencana melalui peningkatan kapasitas guru.
“Masih banyak sekolah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana, tetapi belum memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dalam mitigasi maupun penanganan keadaan darurat,” ujar Gatot, Selasa (7/7/2026).
Melalui TOF SPAB, para guru dapat menjadi fasilitator di sekolah masing-masing sehingga pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana dapat diterapkan kepada seluruh siswa maupun tenaga pendidik.
Sementara itu, Sukari Ketua IGI Jawa Timur mengatakan, guru merupakan ujung tombak dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan.
Selama pelatihan berlangsung, peserta dibekali materi mengenai kebijakan SPAB, Kajian Risiko Bencana Partisipatif (KRBP), pembentukan Tim Siaga Sekolah, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), hingga simulasi penanganan bencana.
Kemudian pada hari ini peserta mengikuti kunjungan ke Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim untuk menyusun rencana tindak lanjut penerapan SPAB di sekolah masing-masing.
“Dengan bekal materi kebencanaan yang diberikan, saya yakin ini akan turut mewujudkan percepatan ketangguhan sekolah yang tujuan akhirnya akan menciptakan kondisi satuan pendidikan yang aman dan nyaman,” tandasnya. (wld/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

