Minggu, 8 November 2026

Aksi Damai di Depan Grahadi Surabaya, Massa Desak Prabowo-Gibran Mundur

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Massa aksi dari Aliansi Surabaya Bergerak dan Srikandi Bergerak melakukan aksi damai di Taman Apsari, Surabaya pada Minggu (8/11/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Ketiga, mendesak pemerintah untuk menghentikan program boros yang anti-rakyat dan anti-demokrasi. Ia menyebut, program seperti MBG, Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes), Program Strategis Nasional (PSN), dan Batalyon Teritorial Pembantu menyerap anggaran hampir Rp1.000 triliun, namun tidak memberikan manfaat yang sebanding bagi rakyat.

“Sebaliknya, pos alokasi penting justru dikorbankan subsidi BBM, dana respons bencana, peningkatan literasi, dan dana otonomi daerah terancam dipangkas. Anggaran negara adalah uang rakyat, harus dikelola dengan jujur, transparan, dan tepat sasaran — bukan dihamburkan untuk program yang tidak jelas manfaatnya,” jelasnya.

Keempat, menuntut perbaikan tata kelola di segala bidang. Ia menegaskan, tekanan ekonomi masyarakat semakin berat, harga kebutuhan pokok terus naik namun tidak diiringi kenaikan upah yang layak.

Selain itu, ia menyebut bahwa praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) masih merajalela di berbagai instansi.

“Akses pendidikan dan layanan kesehatan yang berkualitas semakin sulit dijangkau. Kesejahteraan tenaga medis dan tenaga pendidik pun belum membaik. “Kami menuntut perbaikan tata kelola secara menyeluruh — dari transparansi anggaran hingga penindakan korupsi agar setiap kebijakan benar-benar berpihak pada rakyat,” tegasnya.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Gundukan Kerikil di Bratang Binangun

Truk Terguling di Menjelang Sembayat

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Surabaya
Minggu, 8 November 2026
34o
Kurs