Kelima, massa mendesak pemerintah agar menghentikan represi dan dwi fungsi militer di ranah sipil. Ia menilai, pengembangan peran TNI, khususnya TNI Angkatan Darat, tidak berorientasi pada peningkatan pertahanan negara, tetapi justru semakin memperluas pengaruhnya ke ruang kehidupan sipil, terutama di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (daerah 3T).
“Hal ini menciptakan konflik kepentingan yang mengorbankan masyarakat setempat. Kami menuntut dikembalikannya tentara ke barak sesuai fungsi konstitusionalnya sebagai kekuatan pertahanan, serta dihentikannya segala bentuk represi terhadap warga yang menyampaikan aspirasi secara damai. Kebebasan berekspresi adalah hak konstitusional setiap warga negara yang tidak boleh dibungkam,” jabarnya.
Aliansi Suroboyo Bergerak mengajak seluruh warga Surabaya dan masyarakat Indonesia untuk ikut bersuara.
“Perubahan bisa terwujud asalkan kita peduli, berani bersuara, dan bergerak bersama, bukan berdasarkan kebencian, tetapi keinginan tulus untuk menjadikan Indonesia lebih baik untuk kita semua,” pungkasnya. (ris/saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

