Kebakaran Kawasan Gunung Bromo Diduga karena Aktivitas Manusia
Sabtu, 8 Agustus 2026 | 15:40 WIB
Tim BPBD Probolinggo memantau lokasi karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dari Bukit Sariwani di Probolinggo, Selasa (4/8/2026). Foto: BPBD Probolinggo
“Semestinya luasannya bertambah,” ujarnya.
Berdasarkan data terakhir, luas lahan yang terbakar di kawasan Gunung Bromo tercatat sekitar 176 hektare. Kebakaran pertama kali terdeteksi di Blok Bantengan pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Api kemudian merambat ke sejumlah kawasan di sekitar titik awal, termasuk Watu Gede dan Blok Jantur.
Kondisi angin yang cukup kuat di kawasan Gunung Bromo menjadi salah satu faktor yang membuat api kembali meluas.
Untuk mempercepat pemadaman, operasi udara masih mengandalkan dua unit helikopter water bombing yang dikirimkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).






