Mohammad Bagher Ghalibaf Ketua Parlemen sekaligus negosiator utama Iran mengatakan, AS telah melakukan sejumlah pelanggaran besar terhadap nota kesepahaman (MoU).
“Mereka telah melakukan pelanggaran terhadap penyesuaian Iran di Selat Hormuz, ancaman berkelanjutan untuk melancarkan serangan lebih lanjut, pemberlakuan kembali sanksi minyak, serangan terhadap wilayah selatan Iran, serta berlanjutnya agresi Israel terhadap Lebanon,” katanya.
“Era perundungan dan pemerasan sudah berakhir. Hal itu tidak akan membawa hasil apa pun,” tulisnya dalam sebuah unggahan di platform media sosial X.
Komando Pusat AS sebelumnya mengatakan bahwa pasukan AS melancarkan serangan terhadap Iran setelah tiga kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz diserang.
Serangan terhadap tiga kapal tanker minyak tersebut juga mendorong Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) di bawah Departemen Keuangan AS pada Selasa mencabut lisensi yang sebelumnya mengizinkan penjualan minyak asal Iran hingga 21 Agustus.(ant/kir/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

