Pemerintah Amerika Serikat (AS) mulai merilis dokumen rahasia terkait fenomena unidentified flying objects (UFO) yang selama puluhan tahun disimpan pemerintah federal.
Dokumen-dokumen itu disebut memuat berbagai laporan fenomena misterius, penampakan benda tak dikenal, hingga dugaan keberadaan makhluk luar angkasa.
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) pada, Jumat (9/5/2026), mengumumkan pelepasan tahap pertama dokumen yang kini menggunakan istilah Unidentified Anomalous Phenomena (UAP).
Ratusan dokumen, video, foto, dan laporan militer kini dapat diakses publik melalui portal khusus pemerintah AS. Pentagon menyebut file tambahan akan terus dirilis secara bertahap.
Langkah ini dilakukan hampir sebulan setelah Donald Trump Presiden AS memberikan sinyal akan membuka “dokumen sangat menarik” terkait UFO kepada publik.
“Rakyat Amerika kini dapat mengakses file UAP pemerintah federal yang telah dideklasifikasi secara langsung,” tulis Pentagon dalam pernyataannya yang dikutip laporan kantor berita NBC News, Sabtu (9/5/2026).
Meski demikian, pemerintah AS menegaskan dokumen yang dirilis tidak menunjukkan adanya bukti resmi bahwa pemerintah pernah berinteraksi dengan alien atau makhluk luar angkasa.
Namun isi dokumen tersebut tetap memancing perhatian publik karena memuat ratusan laporan fenomena misterius sejak 1940-an hingga saat ini.
Dalam arsip yang dibuka, terdapat lebih dari 160 file yang mendokumentasikan lebih dari 400 insiden dari berbagai belahan dunia. Beberapa di antaranya berasal dari misi luar angkasa Apollo milik NASA.
Salah satu dokumen berasal dari misi Apollo 11 tahun 1969. Buzz Aldrin astronaut saat itu melaporkan melihat “kilatan kecil di dalam kabin” ketika mencoba tidur selama perjalanan luar angkasa.
Dalam laporan lain, Aldrin juga menyebut adanya “sumber cahaya terang” yang sempat diduga sebagai laser.

Sementara pada misi Apollo 12, Alan Bean astronaut melaporkan adanya “kilatan cahaya” yang terlihat seperti “melayang di luar angkasa”.
Adapun dalam misi Apollo 17 tahun 1972, kru astronaut melihat partikel cahaya terang yang berputar-putar di kejauhan. Harrison Schmitt astronaut menggambarkannya “seperti perayaan 4 Juli”.
Selain laporan astronaut, dokumen Pentagon juga memuat berbagai rekaman video inframerah militer AS yang memperlihatkan objek bercahaya dan benda dengan bentuk tidak biasa di langit.
Beberapa kasus berhasil dijelaskan pemerintah AS. Salah satunya laporan tahun 1948 dari kru militer yang melihat objek misterius di langit Belanda. Investigasi kemudian menyimpulkan objek itu kemungkinan pesawat jet dengan bantuan roket.
Namun sejumlah insiden lain tetap belum memiliki penjelasan resmi. Salah satunya percakapan Frank Borman astronaut dalam misi Gemini 7 tahun 1965 yang melaporkan adanya objek misterius di luar wahana antariksa.
“Kelihatannya seperti ratusan partikel kecil yang melintas,” kata Borman dalam transkrip komunikasi dengan pusat kendali Houston.
Dokumen lain berasal dari laporan FBI tahun 2023 tentang operator drone yang melihat benda logam bercahaya tanpa sayap dan tanpa knalpot melayang di area fasilitas uji coba militer AS. Objek itu disebut bergerak cepat sebelum menghilang dalam waktu 5 hingga 10 detik.
Pentagon mengatakan sebagian informasi dalam dokumen tetap disensor untuk melindungi identitas saksi, lokasi fasilitas pemerintah, dan informasi sensitif militer.
Meski belum memberikan kesimpulan resmi soal alien, pemerintah AS menegaskan pembukaan dokumen ini merupakan bagian dari komitmen transparansi publik.
“Rakyat Amerika meminta transparansi lebih besar soal topik ini, dan Trump Presiden mewujudkannya,” tulis Pentagon.
NASA juga mendukung pembukaan dokumen tersebut. Jared Isaacman Administrator NASA mengatakan pihaknya akan terus meneliti fenomena misterius melalui pendekatan ilmiah.
“Kami akan tetap terbuka mengenai apa yang kami ketahui, apa yang belum kami pahami, dan apa yang masih harus ditemukan,” tulis Isaacman di media sosial X. (bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

