Warga yang terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan pelindung pernapasan yang sesuai.
“Hindari perjalanan yang tidak terlalu perlu dan gunakanlah masker yang baik, bahkan bila perlu dalam bentuk respirator, kalau harus ke daerah dekat kebakaran hutan,” ujarnya dilansir dari Antara.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menjelaskan, salah satu ancaman utama dari asap karhutla adalah partikel halus PM2.5.
Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel tersebut masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai alveolus paru-paru.
“Karena kecilnya partikel ini maka dapat masuk jauh ke dalam paru ke bagian yang disebut alveol paru, dan dampaknya dapat menyebar melalui peredaran darah dan mencetuskan terjadinya inflamasi atau peradangan,” jelas Tjandra.

NOW ON AIR SSFM 100

