Senin, 24 Agustus 2026

Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Dokter Paru Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Asap putih akibat kebakaran menyelimuti hutan di Kalimantan. Foto: BNPB

Selain PM2.5, asap karhutla dapat mengandung sejumlah senyawa seperti nitrogen dioksida, ozon, hidrokarbon aromatik, hingga berbagai bahan organik hasil pembakaran.

Campuran zat tersebut dapat membentuk polutan yang berpotensi membahayakan kesehatan jika terhirup dalam jumlah tertentu.

Tjandra mengingatkan masyarakat tidak mengabaikan gejala kesehatan setelah terpapar asap karhutla. Gangguan pernapasan maupun nyeri dada menjadi tanda yang perlu diperhatikan dan sebaiknya segera diperiksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Di tengah meluasnya dampak karhutla, Kementerian Kesehatan melaporkan kebakaran hutan dan lahan hingga Jumat (21/8/2026) telah berdampak terhadap 87 kabupaten/kota di tujuh provinsi, yakni Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Sekitar tiga juta warga di 37 kabupaten/kota dilaporkan terpapar kabut asap akibat karhutla.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Senin, 24 Agustus 2026
27o
Kurs