Data pembanding tahun 2005 dan 2006 menunjukkan pola yang sama, dimana peningkatan kasus ISPA dan pneumonia mulai terjadi di Agustus dan mencapai puncaknya pada September.
Lebih lanjut, tingkat kekeringan pada 2005-2006 lebih rendah dibandingkan 2026 yang kekeringannya lebih parah.
Data khusus anak per 26 September hingga Oktober masih tinggi meski rawat inap mulai menurun di Oktober, disertai angka kejadian asma berulang yang kambuh 2-3 kali dalam satu musim kemarau.
“Angka kejadian asma berulang, lebih banyak berulangnya bisa sampai 2 sampai 3 kali berulang dalam kemarau ini. Bulan Agustus banyak asma, infeksius infeksi jaringan paru atau jaringan lain. Contoh dari Rumah Sakit Banjarbaru jumlah ISPA memuncak di bulan September dan Agustus,” ujarnya.
Ia memaparkan bahwa diagnosis harus dibedakan antara pneumonitis akibat iritasi gas, eksaserbasi asma, dan penumonia akibat infeksi jaringan paru, dimana kasus yang tidak gawat dapat rawat jalan.
NOW ON AIR SSFM 100

