Kegiatan ini dirancang untuk memastikan setiap daerah memahami peran dan tanggung jawabnya ketika menghadapi ancaman banjir yang berdampak lintas wilayah.
Mambaus Suud Manajer Program dan Kemitraan SIAP SIAGA Jawa Timur mengatakan, simulasi tersebut digunakan untuk menguji kesiapan operasional sekaligus memastikan skenario penanganan bencana sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Simulasi yang kami lakukan untuk menguji koordinasi penanganan banjir lintas wilayah, kejelasan peran dan tanggung jawab masing-masing kabupaten, serta kesiapan operasional untuk mengetahui kesesuaian skenario dengan kondisi lapangan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, peserta menggunakan peta wilayah rawan banjir yang dibentangkan di lantai. Mereka kemudian menempatkan penanda dan menjalankan tugas sesuai skenario, mulai dari pengerahan personel hingga distribusi logistik.
Simulasi juga menggunakan skenario peringatan dini potensi hujan ekstrem dengan intensitas sekitar 150 milimeter per hari di kawasan DAS Bengawan Solo.
NOW ON AIR SSFM 100

