Pemprov Jatim memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman banjir di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo.
Upaya tersebut dilakukan bersama lima pemerintah kabupaten melalui simulasi penanganan bencana lintas wilayah untuk menguji koordinasi, pembagian tugas, hingga kesiapan sumber daya saat kondisi darurat.
Kelima kabupaten yang terlibat yakni Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik. Wilayah tersebut menjadi perhatian karena berada di kawasan DAS Bengawan Solo yang memiliki riwayat kejadian banjir.
Dadang Iqwandy Analis Kebencanaan Ahli Madya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengatakan, kecepatan merespons peringatan dini menjadi salah satu faktor penting untuk mengurangi risiko bencana.
“Simulasi menjadi bagian dari penyempurnaan Rencana Kontingensi (Renkon) Banjir Bengawan Solo yang disusun sejak awal 2026 dengan mengintegrasikan Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD),” kata Dadang di Gresik, Sabtu (31/10/2026).
NOW ON AIR SSFM 100

