Beberapa penumpang bahkan mengalami luka akibat terbentur ketika berlari dan menyelamatkan diri. Namun, Basarnas belum menerima laporan adanya korban yang mengalami luka bakar.
Sejumlah penumpang juga memilih melompat ke laut karena panik saat api membesar. Nanang mengingatkan bahwa tindakan tersebut tetap memiliki risiko, terlebih ketika tim penyelamat telah berada di sekitar lokasi.
“Melompat ke laut itu merupakan suatu risiko. Apalagi pada saat itu sudah ada tim penyelamat ataupun yang akan mengevakuasi. Tapi kami bisa menyadari bahwa ada kepanikan tersendiri dari para penumpang,” ujarnya.
Basarnas masih memverifikasi data manifes karena terdapat kemungkinan orang yang tercatat tidak jadi berangkat, atau penumpang yang belum tercantum dalam data awal. Pencocokan data akan terus dilakukan untuk memastikan jumlah penumpang dan awak kapal, sekaligus mengetahui apakah seluruh orang di dalam KMP Mutiara Santosa 2 telah berhasil dievakuasi.
“Kami masih mencocokkan kembali, baik dari manifes awal kemudian data yang ada di owner kapal sendiri. Kami masih mencocokkan kembali apakah semua korban sudah terevakuasi, apakah masih ada yang belum terevakuasi,” jelas Nanang. (bil/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

