Kamis, 5 November 2026

Basarnas Tutup Operasi SAR KM Virgo, 53 Orang Belum Ditemukan

Laporan oleh M. Hamim Arifin
Bagikan
I Putu Sudayana Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin (ketiga kiri) memberikan keterangan dalam konferensi pers penutupan operasi SAR KM Virgo Transport 8 pada hari ke-53 SAR, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (4/11/2026). Foto: Antara.

Basarnas resmi menutup operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, Rabu (4/11/2026), setelah berlangsung selama 53 hari. Penutupan dilakukan meskipun 53 orang dari total 243 orang dalam manifes kapal masih belum ditemukan.

I Putu Sudayana Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap upaya pencarian yang telah dilakukan bersama seluruh unsur SAR gabungan.

“Operasi SAR terhadap KM Virgo Transport 8 pada hari ini Rabu, 4 November 2026 telah ditutup, kemudian dilanjutkan dengan pemantauan oleh seluruh unsur,” kata I Putu dalam konferensi pers penutupan operasi SAR KM Virgo Transport 8, di Banjarmasin, Rabu petang, seperti dilaporkan Antara.

Hingga hari terakhir operasi, tim SAR gabungan telah menemukan 190 orang. Dari jumlah tersebut, 108 orang selamat dan 82 orang meninggal dunia. Sementara itu, 53 orang lainnya belum ditemukan sejak kapal mengalami kecelakaan pada Minggu, 13 September 2026.

I Putu menjelaskan, penutupan operasi mengacu pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan. Regulasi tersebut mengatur operasi SAR berlangsung selama tujuh hari dan dapat diperpanjang berdasarkan evaluasi bersama apabila masih terdapat indikasi atau tanda-tanda korban dapat ditemukan.

Selama 53 hari pencarian, Basarnas mengerahkan tim gabungan dari TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, BPBD, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, BMKG, serta berbagai instansi dan potensi SAR lainnya.

Pencarian dilakukan melalui tiga metode, yakni penyisiran udara menggunakan helikopter serta pesawat Boeing dan Cessna, pencarian di permukaan laut dengan mengerahkan kapal dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Kementerian Perhubungan, dan unsur perusahaan, serta penyelaman oleh tim gabungan Basarnas, TNI AL, dan Polri.

Jangkauan pencarian meliputi perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga wilayah kerja Kantor SAR Pontianak di Kalimantan Barat. Tim juga menyisir kawasan pantai dan pulau-pulau tidak berpenghuni.

Menurut I Putu, hasil evaluasi menunjukkan tidak ada lagi tanda-tanda keberadaan korban yang dapat ditindaklanjuti melalui pencarian di permukaan perairan. Sementara itu, upaya salvage atau pengangkatan bangkai kapal masih membutuhkan proses sehingga belum dapat menjadi dasar untuk melanjutkan operasi SAR.

Meski operasi resmi ditutup, Basarnas tetap memantau informasi mengenai kemungkinan ditemukannya korban. Operasi SAR dapat dibuka kembali apabila muncul petunjuk yang dapat dipertanggungjawabkan dan memungkinkan dilakukannya pencarian lanjutan.

“Basarnas siap membuka kembali operasi SAR apabila di kemudian hari terdapat tanda-tanda keberadaan korban dan proses pengangkatan kapal memungkinkan dilaksanakan, dengan terlebih dahulu berkoordinasi bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan, serta seluruh unsur terkait lainnya,” ujar I Putu Sudayana. (ant/ham/rid)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Surabaya
Kamis, 5 November 2026
26o
Kurs