Rabu, 12 Agustus 2026

Bazar Buku Internasional Kembali ke Surabaya Bawa 5 Juta Buku, Targetkan 500 Ribu Pembaca Baru

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Bazar buku internasional BBW kembali ke Surabaya usai sebelumnya digelar Februari lalu, Rabu (12/8/2026). Foto: Meilita Elaine suarasurabaya.net

Big Bad Wolf Books (BBW), bazar buku internasional di Indonesia kembali ke Surabaya menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Mathius Wandi Budianto, Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia menyebut, pihaknya menargetkan lebih dari 500 ribu pengunjung atau pembaca baru selama bazar yang digelar 12-17 Agustus 2026.

“Visi misi BBW sendiri sebenarnya kami ingin selalu berkomitmen membuat buku itu menjadi sesuatu yang bisa diakses oleh semua kalangan masyarakat,” kata Mathius saat pembukaan bazar di Tunjungan Plaza, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, akses masyarakat Indonesia terhadap buku berkualitas dan buku berbahasa Inggris masih terbatas.

Mathius Wandi Budianto, Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia saat diwawancarai di Surabaya, Rabu (12/8/2026). Foto: Meilita Elaine suarasurabaya.net

Dalam gelaran di Surabaya kali ini, BBW membawa lebih dari lima juta buku. Sekitar 90 persen di antaranya merupakan buku berbahasa asing, sementara 10 persen lainnya merupakan buku dari penerbit lokal yang dikurasi bersama Agromedia dan Mizan Media Group.

Dari keseluruhan koleksi, sekitar 70 persen merupakan buku anak. Sisanya buku nonfiksi, seperti self improvement, ekonomi dan bisnis, serta buku fiksi.

Tujuan mayoritas koleksi buku anak untuk mendorong anak-anak mengenal bahasa asing sejak usia dini.

“Pada saat usia muda dan usia dini itu lebih gampang untuk belajar bahasa baru, belajar bahasa asing itu lebih mudah,” ujarnya.

BBW juga menyebut tren positif di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z, terhadap buku fisik. Mathius menyebut beberapa survei menunjukkan Gen Z justru semakin dekat dengan buku dibandingkan generasi sebelumnya.

Dia mencontohkan, kembali populernya karya-karya literatur klasik berbahasa Inggris seperti 1984 dan Animal Farm di kalangan generasi muda.

“Justru menarik melihat trennya, Gen Z ini lebih nempel buku dibanding generasi-generasi sebelumnya di era digital,” katanya.

Sementara itu, Mathius menilai persoalan literasi di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan minat baca, tetapi juga akses terhadap buku. Di sejumlah kota, terutama di luar Pulau Jawa, jumlah toko buku masih terbatas sehingga masyarakat tidak mudah mendapatkan bahan bacaan.

“Cari barangnya saja agak susah. Mungkin jadinya susah, berapa banyak sih orang yang bisa punya minat baca kalau untuk cari bukunya saja susah,” ujarnya.

Kondisi tersebut, lanjut Mathius, semakin menjadi tantangan ketika harga buku yang ditemukan masyarakat relatif tinggi. Sehingga, bazar ini menghadirkan jutaan buku dengan harga yang lebih terjangkau.

Khusus Surabaya, Mathius menyebut jumlah buku yang dibawa pada gelaran kali ini lebih banyak dibandingkan awal tahun. Setelah evaluasi penyelenggaraan pada Februari 2026, pihaknya menilai respons masyarakat masih sangat positif.

“Kami optimistis dengan mengadakan dua kali BBW di Surabaya tahun ini akan menambahkan tingkat minat baca penduduk Surabaya,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, BBW digelar di 14 daerah di Indonesia dengan dimulai dari Surabaya pada 29 Januari hingga 8 Februari 2026.(lta/ham/rid)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Rabu, 12 Agustus 2026
29o
Kurs