Namun, Suharyanto mengingatkan angka luasan kebakaran dapat berubah karena karakteristik lahan gambut yang membuat api dan bara berpotensi kembali muncul setelah pemadaman.
“Karena sifatnya lahan gambut, nanti ketahuannya setelah sebagian dipadamkan dilakukan lagi patroli dari hasil satelit pemerintah, Kementerian Kehutanan, dan BNPB,” ujar Suharyanto dilansir dari Antara.
Untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul, pemantauan dilakukan melalui patroli udara dan darat. Petugas mengacu pada informasi titik panas atau hotspot yang terdeteksi melalui pemantauan satelit.
Selain lahan gambut, BNPB mencatat kebakaran juga melanda sejumlah kawasan non-gambut di berbagai daerah.
Di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, kebakaran tercatat mencapai 4.458 hektare. Sementara di Jawa Timur, kebakaran melanda kawasan Gunung Ijen seluas 2,5 hektare dan Gunung Butak seluas 16,5 hektare.

NOW ON AIR SSFM 100

