Kebakaran di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, juga tercatat mencapai 223,5 hektare dan telah berhasil dipadamkan.
Sementara itu, kebakaran terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo, dengan luas area terdampak sekitar 4,6 hektare. Kebakaran di lokasi tersebut masih dalam penanganan.
Suharyanto menjelaskan penanganan kebakaran pada lahan non-gambut cenderung lebih mudah dibandingkan lahan gambut.
Pada lahan gambut, api dapat merambat dan tetap membara di bawah permukaan sehingga sulit dideteksi maupun dipadamkan secara menyeluruh.
Karena itu, BNPB tidak hanya berfokus pada pemadaman api yang terlihat di permukaan. Patroli dan pemantauan terus dilakukan untuk menemukan titik api baru serta mendeteksi bara yang kembali aktif setelah pemadaman. (ant/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

