Landaan tsunami yang bersifat hamparan hanya teridentifikasi di dua titik, yakni di kawasan Riung serta perbatasan antara Riung dan Nagekeo, yang mana area tersebut umumnya dimanfaatkan warga sebagai tambak sehingga dampaknya tidak signifikan terhadap masyarakat.
Selain memvalidasi dampak tsunami, survei udara yang terbang di ketinggian 25 hingga 30 meter tersebut juga ditujukan untuk mendokumentasikan kerusakan serta mengidentifikasi titik penjatuhan bantuan atau dropping zone bagi warga yang bermukim di puncak perbukitan.
Alternatif penyaluran bantuan via udara menjadi pilihan utama BNPB mengingat akses menuju titik-titik pemukiman terisolasi di perbukitan tidak memungkinkan untuk ditempuh menggunakan armada angkut logistik jalur darat.
Abdul menambahkan, pihaknya memastikan hasil survei udara ini akan diperkuat dengan survei lapangan di darat guna mengoptimalkan pemetaan kerusakan bangunan serta mempercepat penyaluran logistik ke wilayah-wilayah terdampak yang sulit dijangkau.(ant/kir/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

