Tim juga akan melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi di lapangan dan mengidentifikasi kebutuhan bantuan yang harus segera dipenuhi.
BPBD Jatim juga mengantisipasi kemungkinan terganggunya komunikasi akibat gempa. Tim dibekali perangkat komunikasi beserta dukungan jaringan untuk menjaga kelancaran koordinasi antara posko, personel di lapangan, dan pemerintah daerah.
Ketersediaan komunikasi dinilai penting dalam operasi pencarian dan pertolongan, terutama untuk mempercepat penyampaian informasi mengenai kondisi korban, kebutuhan logistik, maupun perkembangan situasi di lokasi bencana.
Selain mengirim personel, BPBD Jatim juga berkoordinasi dengan anggota Mitra Praja Utama (MPU), yang beranggotakan sembilan provinsi, untuk memperkuat dukungan penanganan dampak gempa di NTT.
“Kami juga telah berkoordinasi dengan anggota Mitra Praja Utama (MPU) yang berjumlah 9 provinsi untuk membantu penanganan dampak gempa yang terjadi di sana,” ujar Gatot.

NOW ON AIR SSFM 100

