Dalam kesempatan itu, Arif Satria juga menjelaskan berbagai skema pendanaan yang dapat diakses perguruan tinggi, mulai dari Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM), Program Riset Inovasi Strategis (PRIS), Matching Fund RIIM Startup, Alih teknologi hingga Hilirisasi inovasi.
“Semua skema tersebut diarahkan agar riset menghasilkan solusi nyata bagi pangan, energi, kesehatan, industri, hingga ketahanan sosial,” tuturnya.
BRIN, lanjut dia, juga mendorong perguruan tinggi memperluas kolaborasi melalui berbagai skema pendanaan riset dan inovasi agar hasil penelitian memiliki dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas.
Sementara itu, Mundakir Rektor Umsura mengatakan bahwa penguatan ekosistem riset menjadi salah satu fokus utama perguruan tinggi. Selama dua tahun terakhir, Umsura mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah hibah penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pendanaan riset dari berbagai skema kompetitif nasional.
Mundakir menjelaskan, sepanjang 2025-2026 jumlah proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang didanai meningkat, hibah penelitian naik dari 56 menjadi 66 judul. Secara keseluruhan, hibah penelitian, pengabdian, dan PKM yang berhasil diperoleh Umsura mencapai 248 judul pada 2025 dan 111 judul pada 2026 sesuai periode pendanaan yang berjalan.

NOW ON AIR SSFM 100

