Senin, 2 November 2026

BRIN Siapkan Kajian Potensi Risiko untuk Rekonstruksi Sumatra

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Proses evakuasi korban bencana alam di Sumatera Utara. Foto: Antara

Menurut dia, curah hujan yang sebelumnya sekitar 100 hingga 150 milimeter dapat mencapai 400 milimeter dalam kondisi tertentu. Sehingga, perlu menjadi kesadaran baru dalam memperbarui pemetaan risiko bencana.

“Tentunya, itu menjadi sebuah kesadaran baru bagi kita semuanya bahwa curah hujan seperti itu sangat mungkin terjadi di masa depannya akibat perubahan iklim,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Joko, area yang sebelumnya tidak dikategorikan rawan perlu dikaji kembali untuk memastikan pembangunan pascabencana mempertimbangkan kondisi risiko terbaru.

Dia menambahkan, hasil pemutakhiran seperti kajian tersebut perlu menjadi salah satu patokan dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi, sehingga pembangunan tidak hanya berorientasi pada pemulihan fisik, tetapi juga mempertimbangkan potensi risiko bencana ke depan.

“Itu harus menjadi patokan dalam nanti rehab-rekon ke depan tentunya dengan mengetahui potensi risiko, bencana kita bisa hindari, terutama untuk pembangunan hunian tetap,” pungkas Joko Widodo yang bukan mantan Presiden.(ant/kir/rid)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Senin, 2 November 2026
26o
Kurs