Menurut Sugeng, skema pembagian jam kerja maupun efisiensi telah diterapkan oleh sejumlah perusahaan di Jatim. Strategi itu disebut mampu menjaga operasional perusahaan dan pekerja juga terhindar dari potensi PHK.
Di sisi lain, Sugeng janji bakal memantau gejolak PHK di Provinsi Jatim serta membuka komunikasi intensif dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan perwakilan serikat pekerja.
“Kami akan terus komunikasikan dengan Apindo dan teman-teman serikat pekerja. Semoga saja ancaman PHK massal terhadap pekerja industri keramik itu benar-benar tidak terjadi,” jelasnya.
Sebagai informasi, ancaman PHK mengintai industri keramik nasional akibat pembatasan pasokan gas bumi yang memaksa sejumlah pabrik memangkas kapasitas produksi hingga 40 sampai 50 persen
Edy Suyanto Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) mengatakan, keterbatasan pasokan gas telah berdampak langsung terhadap operasional sejumlah perusahaan keramik.

NOW ON AIR SSFM 100

