“Tidak ada siswa yang dipulangkan karena rob. MPLS tetap berjalan seperti biasa. Kebetulan jadwal kegiatan juga memang selesai sebelum waktu zuhur, sehingga seluruh rangkaian pembelajaran tetap terlaksana sesuai rencana,” tegasnya.
Dispendik juga menegaskan seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, mendapatkan penanganan yang sama apabila terdampak banjir rob.
“Begitu ada laporan air mulai naik, kami langsung berkoordinasi dengan lurah, camat, kepala sekolah, Damkar, dan DLH agar armada segera bergerak. Sekolah adalah fasilitas pelayanan masyarakat yang harus kami pastikan tetap aman untuk kegiatan belajar,” ujarnya.
Untuk solusi jangka panjang, Pemkot Surabaya masih mengkaji penanganan konstruksi bangunan, khususnya di sekolah swasta yang dikelola yayasan. Kajian tersebut akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing lokasi.
“Untuk saat ini, yang menjadi prioritas adalah memastikan respons cepat di lapangan agar genangan segera surut, sehingga aktivitas belajar mengajar tetap dapat berlangsung secara nyaman dan kondusif,” pungkas Febrina. (saf/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

