“Karena ini sudah dua peristiwa berturut-turut human error, tahun lalu di Magetan dan tahun ini di Kediri, kita tentu berharap ada sebuah langkah mitigasi. Artinya bagaimana memitigasi kemungkinan human error itu terjadi,” ujarnya.
Selain risiko kesalahan petugas, Jatim masih menghadapi persoalan banyaknya perlintasan resmi yang belum dilengkapi palang serta perlintasan liar. Emil menyebut terdapat 213 perlintasan resmi tanpa palang di seluruh Jatim. Selain itu, masih ada 83 perlintasan liar yang dinilai perlu ditutup demi keselamatan.
“Yang tidak berpalang dan resmi total ada 213 di seluruh Jawa Timur. Jadi belum ada palangnya dan kalau sudah ada palangnya harus ada yang gaji orangnya. Lalu ada 83 yang liar, kita harus tegas untuk tutup dulu demi keselamatan,” jelasnya.
Khusus di Mengkreng, menurutnya permasalahan tidak hanya berkaitan dengan keamanan perlintasan. Kawasan tersebut juga menjadi salah satu titik rawan kemacetan karena merupakan pertemuan jalan nasional dari Kabupaten Kediri, Nganjuk, dan Jombang.
Karena itu pembangunan flyover dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan kereta api.

NOW ON AIR SSFM 100

