Emil mengatakan usulan pembangunan flyover telah diajukan tiga kepala daerah, yakni Bupati Kediri, Nganjuk, dan Jombang, serta didukung Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur.
“Satu lagi, khusus Mengkreng. Ini memang tadi kita diskusi bersama. Kami sangat berterima kasih bahwa ketiga Bupati dari Nganjuk, Kediri, dan Jombang sudah mengajukan dan Bu Gubernur juga sudah mengajukan agar ada flyover,” katanya.
Rencana flyover Mengkreng sebenarnya telah diwacanakan Direktorat Jenderal Bina Marga sejak 2007. Namun, saat itu pemerintah memilih lebih dulu membangun flyover Peterongan. “Ini sudah hampir 20 tahun, harusnya sudah ada flyover Mengkreng. Wis wayahe,” pungkas Emil.
Sementara, Denny Michels Adlan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya mengatakan, insiden di Mengkreng memang menjadi perhatian serius Kemenhub. Menurutnya, keterbatasan sumber daya manusia dan panjangnya jam kerja menjadi salah satu masalah utama dalam pengamanan perlintasan.
“Kami masih menemukan banyak permasalahan, salah satunya SDM yang sangat terbatas untuk menjaga pintu perlintasan tersebut. Kadang-kadang mungkin ada sampai yang kerjanya satu orang 12 jam,” kata Denny.

NOW ON AIR SSFM 100

