Kondisi tersebut dapat menyebabkan kelelahan dan meningkatkan risiko petugas tertidur saat bertugas. Karena itu, pemerintah daerah didorong menambah jumlah petugas agar sistem pembagian kerja dapat berjalan lebih baik.
BTP Kelas I Surabaya juga akan mengkaji pemanfaatan teknologi untuk membantu pengamanan perlintasan dan mengurangi ketergantungan terhadap faktor manusia.
Sementara itu, Nyono Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur menjelaskan, pengelolaan perlintasan sebidang di Jawa Timur terbagi antara PT KAI dan pemerintah daerah.
Untuk perlintasan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, Dishub Jatim rutin mengirim petugas mengikuti pelatihan selama dua minggu di Akademi Perkeretaapian Madiun.
“Petugas perlintasan secara reguler kita didik selama dua minggu di Akademi Perkeretaapian Madiun. Mereka dilatih agar punya wawasan dan pengetahuan pengamanan, serta dibekali sertifikat resmi,” jelas Nyono. (bil/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

