Kamis, 1 Oktober 2026

Dosen Teknik Mesin: Abu Vulkanik dan Asap Karhutla Bisa Ganggu Mesin hingga Daya Dorong Pesawat

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi foto pesawat terbang saat berada di tengah kabut, Kamis (1/10/2026).

Hariyo Priambudi Setyo Pratomo dosen Teknik Mesin Universitas Kristen (UK) Petra menyebut, abu vulkanik dan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berpotensi merusak mesin pesawat hingga mengganggu daya dorong saat berada di udara.

Menurut Hariyo, ancaman itu perlu diwaspadai karena Indonesia berada di jalur Ring of Fire dan juga menghadapi risiko karhutla. Sehingga, abu vulkanik maupun asap kebakaran dapat terbawa angin dan menyebar ke jalur penerbangan.

Ia menjelaskan, abu vulkanik mengandung serpihan batu berukuran kecil, mineral kompleks, hingga pecahan volcanic glass atau kaca vulkanik yang tajam. Sementara asap karhutla mengandung campuran partikel, karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), aerosol, serta udara panas turbulen.

“Ini semua bisa memicu erosi bilah kompresor dan mengganggu efisiensi atau kinerja mesin pesawat. Dengan kata lain, meski tergantung dari bobot kepekatannya, keduanya jika tersedot masuk mesin pesawat maka memiliki potensi menghentikan ‘jantung’ utama pesawat di udara,” kata Hariyo dalam keterangannya yang diterima suarasurabaya.net, Kamis (1/10/2026).

Saat pesawat melaju dengan kecepatan tinggi, mesin jet menyedot udara dalam volume besar. Menurut Hariyo, tumbukan partikel secara terus-menerus dapat memicu abrasi pada bilah kompresor, mengganggu pola aliran udara, dan menurunkan efisiensi pembakaran.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Kamis, 1 Oktober 2026
29o
Kurs