Polda Metro Jaya menyatakan pendekatan persuasif dan humanis menjadi prioritas dalam pengamanan. Langkah penegakan hukum baru akan dilakukan apabila situasi di lapangan memang membutuhkan tindakan tersebut.
“Polda Metro Jaya telah menyiapkan personel untuk memberikan pelayanan dan pengamanan. Seluruh personel diarahkan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis agar kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan tertib,” ujar Budi.
Pengamanan dilakukan secara berlapis dengan mengutamakan langkah preemtif dan preventif. Seluruh personel yang bertugas juga dilarang membawa senjata api.
Di sisi lain, kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional. Pengalihan arus kendaraan tidak otomatis diberlakukan, tetapi akan diterapkan apabila terjadi peningkatan kepadatan yang berpotensi mengganggu mobilitas warga.
Budi mengimbau masyarakat yang hendak melintas atau beraktivitas di sekitar Senayan, Jalan Gatot Subroto, Palmerah, serta kawasan DPR/MPR RI untuk mengantisipasi potensi perlambatan perjalanan.
“Masyarakat yang akan beraktivitas di sekitar Senayan, Jalan Gatot Subroto, Palmerah, dan kawasan DPR/MPR RI kami imbau memperhitungkan waktu perjalanan serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi peningkatan kepadatan,” tutur Budi.(faz/bil/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

