Selain memastikan akses penanganan medis, pemerintah juga meminta Dinas Pendidikan Sidoarjo mengecek absensi siswa. Jika ditemukan siswa yang tidak masuk sekolah, Dinas Kesehatan dan Puskesmas diminta melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kondisi anak.
Emil sebelumnya menyebut total korban dugaan keracunan mencapai 512 orang. Para korban tersebut berasal dari 19 lembaga pendidikan yang menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama.
Menurut Emil, penerima manfaat MBG dari 19 lembaga tersebut mencakup sejumlah jenjang pendidikan, termasuk TK dan SD. Namun, pasien yang banyak ditemui saat dirinya meninjau rumah sakit mayoritas berasal dari jenjang SMP dan SMA.
Ia juga menegaskan tidak ada korban meninggal dalam kasus tersebut, meski sebelumnya sempat beredar informasi di media sosial mengenai adanya korban meninggal.
“Pertama, tidak ada yang meninggal. Sebagaimana berita beredar di media sosial,” ujarnya.










