Namun, Emil menekankan proses tersebut membutuhkan akses penuh terhadap tahapan penyediaan dan penyajian makanan yang berada dalam kewenangan BGN.
Ia mengatakan pemeriksaan laboratorium tetap diperlukan dan dapat dilakukan melalui laboratorium rujukan, termasuk yang berkaitan dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tetapi menurutnya, hasil laboratorium bukan satu-satunya hal yang harus menjadi fokus.
“Yang paling utama ditelusuri dari sekarang ini akar permasalahan di mana. Kan ada dokumentasi atau bahkan mungkin tervideo proses-proses khusus untuk penyajian makanan tersebut,” jelasnya.
Pemerintah juga meminta BGN memastikan apakah keluhan hanya dialami penerima yang mengonsumsi makanan pada sesi kedua atau juga terjadi pada penerima yang mendapat dan mengonsumsi makanan pada sesi pagi.
Menurut Emil, jawaban atas hal tersebut penting untuk mengidentifikasi titik persoalan dalam proses penyediaan hingga penyajian makanan MBG.










