Senin, 10 Agustus 2026

Enam SMA Negeri Ditunjuk Jadi Penyelenggara Program PJJ Anak Tidak Sekolah di Jatim

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Aries Agung Paewai Kepala Dindik Jatim saat berada di kantor Dindik Jatim, Surabaya. Foto: Risky suarasurabaya.net

“Alhamdulillah, calon murid yang kami usulkan merupakan yang terbanyak di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Aries mengatakan Dindik Jatim sebelumnya menginstruksikan seluruh cabang dinas pendidikan untuk melakukan pendataan dan penjaringan ATS secara intensif, terutama di wilayah yang memiliki jumlah ATS cukup tinggi.

Penjaringan dilakukan melalui dua mekanisme, yakni mendatangi langsung masyarakat secara door to door maupun melalui pendaftaran langsung oleh calon peserta. Data calon peserta selanjutnya diverifikasi oleh Kemendikdasmen.

Proses verifikasi meliputi wawancara dengan orang tua atau wali, pemeriksaan usia calon peserta untuk kelas X, memastikan calon peserta tidak terdaftar aktif di sekolah lain, serta pemeriksaan sejumlah dokumen administrasi.

Program tersebut menyasar ATS berusia 16 – 18 tahun, anak putus sekolah, anak yang sudah bekerja, masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta anak dengan kondisi khusus yang tidak memungkinkan mengikuti pembelajaran secara rutin di sekolah.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Senin, 10 Agustus 2026
32o
Kurs